NOT EVALUATED
NE
DATA DEFICIENT
DD
LEAST CONCERN
LC
2016
NEAR THREATENED
NT
VULNERABLE
VU
ENDANGERED
EN
CRITICAL ENDANGERED
CR
EXTINCT IN THE WILD
EW
EXTINCT
EX
Decapterus macrosoma
TAKSONOMI
Kategori -
Kingdom Animalia
Fillum Chordata
Super Kelas Pisces
Kelas Osteichthyes
Ordo Carangiformes
Familia Carangidae
Genus Decapterus
Nama Daerah Bengol Deles, Layang Abu-abu
Pengarang Bleeker , 1851
ID GENOM

CCTTTATCTAGTATTTGGTGCATGAGCTGGAATGGTAGGAACTGCTTTAAGCCTACTTATTCGGGCAGAA TTAAGCCAACCTGGCGCCCTCCTGGGGGATGACCAAATTTACAATGTAATTGTTACGGCGCACGCCTTCG TAATAATTTTCTTTATAGTAATGCCAATTATGATTGGGGGCTTTGGAAACTGACTAATCCCACTAATGAT CGGGGCTCCCGATATGGCTTTCCCTCGAATGAACAACATGAGCTTCTGACTCCTCCCTCCATCCTTCCTC CTACTTTTAGCCTCTTCAGGCGTTGAAGCTGGGGCCGGAACTGGTTGAACAGTTTATCCTCCGCTAGCTG GAAACCTCGCCCACGCGGGAGCATCCGGAGACTTAACCATCTTCTCTCTTCACCTGGCCGGGGTCTCATC AATTCTAGGGGCCATCAACTTTATTACTACGATCATCAATATGAAACCACCTGCAGTTTCAATGTACCAG ATCCCACTATTCGTCTGAGCTGTCTTAATTACAGCTGTCCTTCTTCTCCTATCTCTTCCCGTCTTAGCTG CTGGCATTACAATGCTTCTAACAGACCGAAACCTAAACACTGCCTTCTTCGACCCTGCAGGGGGAGGAGA CCCGATTCTTTACCAACA

INFORMASI DETAIL
Kemunculan asli
Panjang Maksimal 35.0 cm TL jantan/tidak berjenis kelamin
Distribusi Indo-Pasifik dan Atlantik Tenggara: dari Knysna hingga Natal, Afrika Selatan hingga Australia, termasuk Teluk Persia dan Laut Merah, dan di Kepulauan Pasifik Tengah dari Korea Selatan hingga Teluk California hingga Peru, termasuk Kepulauan Galapagos. Distribusi di Australia Barat bagian selatan, dan Australia Selatan salah.
Habitat air laut
Komentar - Di Atlantik Tenggara: ditemukan dari Knysna hingga Natal di Afrika Selatan. - Di Samudra Hindia: tersebar di sepanjang pantai Afrika Timur, Laut Merah, Teluk Persia, hingga Australia Barat Laut. - Di Samudra Pasifik: jangkauannya meliputi Korea Selatan, Australia, berbagai pulau di Pasifik Tengah, serta dari Teluk California hingga Peru, termasuk Kepulauan Galápagos. Laporan keberadaannya di Australia barat daya dan selatan dianggap tidak benar.
KARAKTERISTIK MORFOLOGI
  1. Bentuk Tubuh: ramping, memanjang, dan agak membulat–oval pada penampang; sangat lebih langsing dibandingkan spesies serupa.
  2. Bentuk Kepala: ujung rahang atas cekung di bagian atas dan menonjol membulat di bagian bawah.
  3. Bentuk Mulut: kecil, terminal; rahang tanpa gigi.
  4. Sirip:
    • Duri punggung: 9
    • Sirip punggung lunak: 33–38
    • Duri dubur: 3
    • Sirip dubur lunak: 27–30
    • Scutes (sisik keras): 24–40 di sepanjang garis rusuk.
  5. Warna tubuh:
    • Bagian atas biru metalik, bagian bawah perak mengilap.
    • Sirip bening.
    • Tutup insang (opercle) memiliki bintik hitam kecil.
  6. Ciri khas lain: Tubuh sangat ramping dibanding spesies sejenis.
UPAYA KONSERVASI

Konservasi ekosistem dilakukan dengan:

  1. Perlindungan habitat dan populasi ikan
  2. Rehabilitasi habitat dan populasi ikan
  3. Penelitian dan pengembangan
  4. Pemanfaatan sumber daya ikan dan jasa lingkungan
  5. Pengembangan sosial ekonomi masyarakat
  6. Pengawasan dan pengendalian (monitoring dan evaluasi)

Konservasi jenis dilakukan dengan:

  1. Penggolongan jenis ikan
  2. Penetapan status perlindungan jenis ikan
  3. Pemeliharaan
  4. Pengembangbiakan
  5. Penelitian dan pengembangan

Konservasi sumber daya genetik ikan dilakukan melalui upaya:

  1. Pemeliharaan
  2. Pengembangbiakan
  3. Penelitian
  4. Pelestarian gamet

Fishiden

AI Indentifikasi dan Klasifikasi ikan air tawar dan air laut asli Indonesia.


Copyright 2024 Fishiden